Apik Band Rilis “Bali Metangi”

Apik Band

Denpasar, baliwakenews.com

Lagu “Bali Metangi” menjadi viral saat ini, karena ditampilkan saat aksi damai dalam memperjuangkan adat dan budaya Bali yang telah dilecehkan. Lagu dengan aliran musik Bali rock alternatif ini, dirilis Apik Band di tengah pandemi Covid-19 untuk menyadarkan masyarakat Bali pentingnya pelestarian budaya.

Vokalis Apik Band, Gus Arya, ditemui di Denpasar, Senin (9/11) mengatakan Apik Band yang berdirinyav9 Agustus 2020, ingin memberikan warna baru di belantika musik Bali. “Apik Band sebenarnya terbentuk karena iseng main musik dan dampak dari pandemi Covid-19 ini,” ungkap Gus Arya.

Apik Band terdiri dari 5 personil yaitu gitar melodi dipegang Arie Jamile, ritem oleh Agus Arie, bas Ngurah Kartika, drumm Putu Handika dan vokal Gus Arya.

Kolaborasi ini melahirkan lagu pertama yang sedang viral saat ini yaitu Bali Metangi pada Oktober 2020. ” Bali Metangi tercipta terinspirasi dari pandemi Covid-19 dan pelestarian budaya Bali. Dengan lagu ini kami ingin mengajak semeton Bali metangi atau bangkit,” tuturnya.

Karyawan berikutnya yang dirilis pada 28 Oktober diberi judul Karmapala. Karmapala dikatakan juga terinspirasi dari pandemi Covid-19 dan kehidupan sosial sekarang. “Melalui lagu ini kami ingin memberikan pesan kepada masyarakat agar di masa pandemi ini kita selalu ingat berbagi dan intropeksi diri,” tukasnya.

Karya ketiga yang dirilis yaitu lagu berjudul Jengah pada 5 Nopember ini. Lagu ini juga dikatakan terinspirasi dari kehidupan sosial semasa pandemi. “Melalui lagu Jengah ini kami mengingat dan mengajak Semeton Bali agar tetap bersemangat, meski dalam kondisi serba sulit karena Covid-19 ini,” ungkap Gus Arya.

Ia berharap pecinta lagu Bali akan menyukai karya – karya yang dihasilkan Apik Band. “Kami harap karya kami dapat menyentuh hati masyarakat Bali. Sehingga pesan yang ingin kami sampaikan juga dapat diterima oleh semeton Bali,” pungkasnya.*BWN – 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: