Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polda Bali Beri Sosialisasi 3M Tokoh Adat dan Agama

PERTEMUAN-Pertemuan Subdit V Ditintelkam Polda Bali dengan para tokoh masyarakat yang ada di Bali membahas Kamtibmas serta sosialisasi prokes covid-19.

Denpasar, baliwakenews.com

Untuk menjaga Bali tetap aman dan damai serta taat prokes sesuai Pergub No 46 Tahun 2020, tentang Pendisiplinan Penerapan Protokol Kesehatan selalu menggunakan masker Jaga, menjaga Jarak dan mencuci tangan, Polda Bali melalui Subdit V Ditintelkam Polda Bali, melaksanakan silaturahmi dengan tokoh Agama, Pemuda dan Adat.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pihak kepolisian dalam antisipasi adanya kelompok yang mengganggu stabilitas Kamtibmas di Provinsi Bali. Kegiatan antar tokoh adat serta agama tersebut dilaksanakan, Kamis (19/11) di Hotel Aston Denpasar Jalan Gatsu Barat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua FKUB Provinsi Bali , Ida Penglingsir Putra Sukahat serta para Anggota FKUB yang berjumlah 6 Orang, MDA Bali, Ketua MUI Provinsi Bali, H. Taufiq, Ketua PHDI Provinsi Bali , Prof. DR. I Gusti Ngurah Sudiana, Ketua PWNU Provinsi Bali, K.H. Abdul Azis, Ketua Muhammadyah Provinsi Bali, H. Aminullah, Ketua GP Ansor Bali (H. Yunus), Ketua Pemuda Muhammadyah, M. Syobri, Manggala Utama Pasikian Pecalang Provinsi Bal, Made Mudra dan Ketua PCNU Denpasar, H. Pujianto.

Dalam kegiatan silaturahmi tersebut disimpulkan bahwa, tokoh agama, pemuda dan adat sangat tidak setuju dengan adanya kelompok-kelompok yang hanya mengutamakan kepentingan pribadinya. Hal ini akan berdampak kepada terganggunya Stabilitas Kamtibmas. Pihak Polda Bali juga mengimbau kepada masyarakat Bali agar tidak mudah terprovokasi dan terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan yang pada akhirnya merugikan masyarakat Bali itu sendiri.

Sementara Ketua FKUB Provinsi Bali , Ida Penglingsir Putra Sukahat, mengapresiasi atas terselenggaranya dialog antar tokoh agama dan adat serta pemuda ini. “Ini bagian dari kita untuk bersinergi dan saling mengingatkan satu sama lain dalam bingkai kerukunan bermasyarakat sebagai masyarakat atau krama Bali,”ujarnya.BWN-rilis Polda Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: